Pernah nggak ngerasa butuh banget tempat spill masalah jam 2 pagi, tapi teman-teman udah pada tidur semua? Mau ke psikolog juga mikir dua kali karena takut di- judge atau dompet lagi tipis. Keresahan ini wajar banget, apalagi rasio psikolog di negara kita emang masih jomplang banget sama jumlah warganya yang butuh didengar.
Berangkat dari kegelisahan soal “darurat kesehatan mental” ini, seorang mahasiswi kece dari Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) UNUSA, Neng Himatul Aliyah, bikin gebrakan super inovatif di bulan Mei 2026. Ia sukses ngerancang purwarupa AI Chatbot khusus keperawatan jiwa yang bikin doi nyabet juara dua kompetisi esai nasional di Bojonegoro. Kerennya, bot ini bukan sembarang robot pembalas pesan otomatis!
Ditenagai sama teknologi Natural Language Processing (NLP), bot ini bisa baca dan paham sentimen emosi dari teks ketikan kamu. Ia didesain pakai prinsip Behaviour Therapy buat ngasih balasan yang penuh empati, memvalidasi perasaanmu secara real-time, dan tentunya jadi tempat “katarsis digital” yang 100% bebas judgment. Nilai plusnya lagi, kalau aplikasi luar negeri biasanya terlalu kaku, AI buatan Neng Himatul ini diintegrasikan sama kearifan lokal dan nilai spiritualitas masyarakat Indonesia. Jadi, obrolannya berasa lebih hangat, membumi, dan relate banget.
Inovasi ini ngebuktiin kalau teknologi AI bisa jadi pertolongan pertama yang luar biasa buat mental health kita. Jadi, kalau kamu ngerasa beban di pundak udah terlalu berat, nggak ada salahnya mulai nge-spill perasaanmu, sekalipun pendengarnya adalah algoritma kecerdasan buatan. Yang penting, jangan dipendam sendirian, ya!

