Mahasiswa KKN Unram Ajar Peternak Kebon Ayu Ubah Limbah Tebon Jagung Jadi Pakan Fermentasi, Tekan Biaya Pakan Ternak

LOMBOK BARAT – Pernah kebayang nggak sih kalau limbah batang dan daun jagung yang biasanya dibuang atau dibakar, bisa jadi pakan sapi berkualitas?

Itu yang dibuktikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Tepat Jumat, 10 Juli 2026, mereka menggelar pelatihan pembuatan pakan fermentasi berbahan dasar limbah tebon jagung. Kegiatan ini jadi salah satu proker unggulan tim KKN yang langsung menyasar 19 peternak sapi di salah satu Kandang Kolektif desa.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Kebon Ayu, Bapak Kasim, S.S. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa di tengah tantangan ketersediaan pakan ternak.

“Dengan kemajuan teknologi maka adek-adek mahasiswa perlu melakukan bimbingan bagaimana cara jika terjadi kekurangan pakan, tidak harus ngarit banyak-banyak tapi tidak cukup memenuhi kebutuhan ternak,” ujarnya.

Isu pakan memang lagi jadi drama tersendiri buat peternak. Harga konsentrat naik, rumput makin susah di musim kemarau. Di sisi lain, limbah tebon jagung pascapanen justru melimpah tapi selama ini cuma jadi sampah.

Nah, di sinilah mahasiswa KKN masuk. Pelatihan dipimpin langsung oleh Zidni Ilman, Ketua KKN Desa Kebon Ayu yang juga mahasiswa Fakultas Peternakan Unram bidang nutrisi ternak ruminansia.

“Kami ingin limbah pertanian yang selama ini terbuang justru menjadi solusi bagi peternak, khususnya di tengah kondisi harga pakan yang terus naik,” ujar Zidni.

Dalam praktiknya, warga diajarkan step by step: mulai dari pencacahan tebon, pencampuran dengan dedak padi, mineral mix, EM4 Peternakan, molase, sampai proses pemeraman di wadah tertutup selama beberapa hari. Hasilnya? Pakan jadi lebih bergizi, mudah dicerna sapi, dan bisa disimpan lebih lama.

Kegiatan ini juga nyambung sama program ketahanan pangan berbasis peternakan sapi yang lagi didorong di Desa Kebon Ayu. Tim KKN bahkan punya rencana lanjut buat mengajukan bantuan sarana seperti mesin chopper dan drum fermentasi.

Respon warga? Antusias banget. Selama ini limbahnya ada, tapi bingung mau diapain. Sekarang ada ilmu dan cara praktisnya.

Dari semua ini satu hal yang pasti, solusi nggak harus mahal dan ribet. Kadang jawabannya ada di limbah di sekitar kita. Buat kamu peternak yang lagi struggle sama harga pakan, mungkin ini saatnya upgrade skill dan manfaatkan apa yang ada di ladang sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *