Puluhan BUMN Rombak Total Sistem IT, Siap-Siap Hadapi Ancaman Peretas Kuantum!

Kalau denger kata “BUMN”, mungkin sebagian dari kita mikir perusahaan negara itu birokrasinya kaku dan teknologinya ketinggalan zaman dibanding startup swasta. Eits, buang jauh-jauh stigma itu! Saat ini, raksasa-raksasa bisnis milik negara lagi melakukan “cuci gudang” teknologi besar-besaran biar nggak kalah saing di kancah global.

Tepat pada 11 Mei 2026, entitas pengelola kekayaan negara, Danantara Indonesia, ngumpulin sekitar 60 bos perusahaan holding BUMN di Jakarta buat Rapat Koordinasi Transformasi Digital. Dipimpin langsung sama Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa, rapat ini bukan cuma bahas soal cara bikin aplikasi, tapi ngerombak total model operasi bisnis perusahaan. Fokus utamanya? Adopsi frontier technologies alias teknologi garis depan, mulai dari analitik Big Data, AI untuk rantai pasok, sampai ngebangun “Ketahanan Siber Berbasis Intelijen”.

Tapi ada satu agenda yang paling bikin merinding, Kesiapan Pasca-Kuantum (Post-Quantum Readiness). Ternyata, negara kita udah waspada sama komputer kuantum di masa depan yang diprediksi bisa ngejebol password atau sistem keamanan bank dalam hitungan detik. Makanya, BUMN di sektor perbankan dan pertahanan sekarang dipaksa buat buru-buru upgrade sistem keamanan siber mereka. Sayangnya, kita punya PR besar Indonesia masih kekurangan sekitar 600.000 talenta digital jago IT tiap tahunnya. Buat ngakalin ini, Danantara bikin program kolaborasi bareng kampus dan industri buat nyetak programmer dan hacker putih lokal yang mumpuni.

Buat kamu yang lagi kuliah IT atau tertarik masuk dunia teknologi, ini peluang emas! Perusahaan negara lagi butuh banget otak-otak segar yang melek cyber security dan AI. Yuk, asah terus skill coding dan keamanan siber kamu, siapa tahu kamu yang bakal jadi tameng digital negara kita nanti!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *