Saat Tentara Ikut Turun Tangan Bikin “Benteng Kognitif” Buat Anak Muda

Denger kata “TNI turun gunung”, yang kebayang biasanya pasti urusan perang, angkat senjata, atau pengamanan wilayah, kan? Tapi di era di mana toxic-nya media sosial bisa lebih mematikan dari peluru, instrumen militer negara kita ternyata mulai merambah ke urusan pertahanan mental anak muda, lho!

Pertengahan Mei 2026 ini, ada kejadian unik di SMAN 1 Janapria, Nusa Tenggara Barat. Komandan Rayon Militer (Danramil) setempat, Kapten Inf Wage Rudolf Supratman, ngasih pembekalan Wawasan Kebangsaan yang out of the box banget buat ratusan pelajar di sana. Bukannya bahas taktik gerilya, beliau malah ngebahas soal pentingnya bikin “benteng kognitif” dari intoksikasi algoritma digital!

Kapten Wage ngedukasi siswa buat aware sama bahaya cyberbullying, kecanduan doom scrolling, dan bahaya komparasi hidup di medsos yang sering bikin kita jadi insecure dan cemas berlebih. Nggak cuma itu, edukasinya juga melingkupi bahaya narkotika yang bisa ngancurin kimia otak, penolakan tegas terhadap budaya tawuran yang ninggalin trauma psikologis, dan cara nyaring hoaks biar nggak gampang kepancing emosi.

Langkah aparat komando kewilayahan ini jadi bukti kalau ancaman terbesar generasi kita sekarang udah bukan cuma serangan fisik dari luar, tapi serangan psikologis dari layar handphone sendiri. Punya mental yang sehat dan etika digital yang kuat itu udah jadi bagian dari bela negara di zaman now. Yuk, mulai bijak milih konten dan batasi screen time biar kewarasan kita tetap terjaga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *