Jujur deh, berapa kali kamu mengiyakan ajakan nongkrong atau ngerjain tugas circle padahal badan udah rontok dan pengen banget me time? Kalau kamu sering banget menekan perasaan sendiri demi bikin orang lain seneng, welcome to the club, kamu mungkin lagi terjebak di pusaran people-pleasing.
Di momen Hari Kartini 21 April 2026 kemarin, narasi soal emansipasi udah naik level. Direktur Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Imran Pambudi, ngasih statement yang relate abis: perjuangan perempuan itu nggak cuma soal kesetaraan di dunia kerja, tapi juga hak absolut buat punya mental yang sehat. Apalagi perempuan zaman sekarang sering kena double burden, harus hustle keras di karir, tapi di rumah dituntut juga jadi manajer domestik yang serba bisa. Capeknya double, stresnya juga double!
Nah, yang jadi sorotan tajam di wacana publik minggu ini adalah patologi people-pleasing dan self-silencing (bungkam demi menghindari konflik). Banyak yang ngira ngalah terus itu sifat mulia, padahal menurut kajian Psychology Today, kebiasaan ini perlahan ngehancurin kesejahteraan emosional kita dari dalam. Individu yang gampang banget ngomong “nggak apa-apa kok” padahal hatinya remuk, cenderung punya self-esteem yang rendah dan rentan banget dieksploitasi di tempat kerja. Bukannya harmonis, hubungan yang dibangun dari rasa takut bikin kecewa itu malah nggak otentik.
Pemerintah lokal ternyata nggak tinggal diam ngeliat epidemi kelelahan emosional ini. Di Kota Tangerang, Dinas Kesehatan bareng PKK dan swasta baru aja bikin seminar massal soal pentingnya ngejaga mental perempuan. Nggak main-main, Pemkot Tangerang juga udah ngaktifin layanan konsultasi kejiwaan di 39 Puskesmas. Kerennya lagi, pendekatan psikologinya sekarang tuh lebih ke validasi emosi tanpa judgement. Nggak ada lagi tuh ceramah nyuruh “harus banyak sabar”.
Jadi, buat kamu yang masih sering terjebak jadi people-pleaser, ini saatnya putar haluan. Menetapkan batasan (boundaries) itu bukan berarti kamu egois atau toxic, kok. Itu adalah cara paling rasional buat ngelindungin diri sendiri. Love yourself first, baru energi baikmu bisa beneran nular ke orang lain!

