Bukan Cuma Fisik, Mental Kakek-Nenek Kita Juga Diuji Banget Pas Naik Haji 2026 Nanti

Kalau denger kata “persiapan ibadah haji”, yang ada di bayangan kita pasti soal vaksin meningitis, latihan jalan kaki, atau siapin koper. Tapi tahukah kamu? Di musim haji tahun 2026 ini, ada satu isu krusial yang selama ini jarang diomongin, tapi nyatanya jadi ancaman serius buat kakek, nenek, atau orang tua kita yang berangkat ke Tanah Suci, krisis kesehatan mental di usia lanjut.

Tahun ini, Indonesia memberangkatkan kuota raksasa, sekitar 221.000 jemaah, dan 11.000 di antaranya adalah lansia. Kemenkes RI ngerilis peringatan dini kalau sekitar 10% sampai 15% dari total jemaah diprediksi butuh intervensi kejiwaan yang intensif di sana. Kok bisa?

Pertama, faktor cuaca. Mekkah lagi panas-panasnya (bisa sampai 38 derajat Celcius) dengan kelembapan super rendah. Buat lansia, hal ini gampang banget memicu dehidrasi parah yang akhirnya ngurangin aliran darah ke otak. Dampaknya ngeri banget: mereka bisa kehilangan orientasi, halusinasi, sampai linglung. Sering kali, karena ketidaktahuan, kondisi medis kayak gini malah disalahartikan sebagai “kesurupan” atau sekadar ujian spiritual. Padahal, sekitar 80% lansia yang masuk fasilitas medis mental di sana itu murni karena gejala delirium akut!

Kedua, ini yang paling relate sama era digital, Technostress. Pemerintah Arab Saudi sekarang mewajibkan penggunaan aplikasi “Nusuk” buat segala urusan birokrasi dan pergerakan di sana. Buat kita yang melek teknologi, download dan login aplikasi mah gampang. Tapi buat lansia kita, terutama yang dari pelosok, paksaan harus pakai aplikasi ini bikin mereka panik dan stres parah. Takut salah pencet, takut visanya bermasalah, atau takut diusir, bikin hormon kortisol mereka naik tajam.

Untungnya, Kemenkes sekarang udah ganti strategi jadi lebih holistik. Tim medis nggak cuma sedia obat fisik, tapi juga dibekali pelatihan regulasi stres. Mereka juga bikin jejaring dukungan sosial antar-jemaah biar saling jaga, plus pakai metode relaksasi spiritual lewat zikir yang secara ilmiah terbukti bisa nurunin gelombang otak jadi lebih calm.

Buat kita yang di rumah, yuk bantu orang tua atau kakek-nenek kita yang mau berangkat! Ajarin mereka pakai gadget pelan-pelan tanpa bikin mereka overthinking, dan yakinin mereka kalau semuanya bakal baik-baik aja. Dukungan moral dari rumah itu energi healing yang paling ampuh buat mereka di sana!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *